Parigi Moutong target produksi kedelai 7.043 ton

id Kedelai, Parigi moutong

Parigi Moutong target produksi kedelai 7.043 ton

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Nelson Metubun. (ANTARA/Moh Ridwan)

Target ini sudah di sesuaikan dengan ketersediaan lahan petani. Oleh karenanya pemerintah pendorong para tani agar dapat meningkatkan produksinya
Parigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menargetkan produksi kacang kedelai sebanyak 7.043 ton pada musim panen Oktober 2018-Maret 2019 dan April-September 2019.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong Nelson Metubun, di Parigi, Senin, mengatakan target itu sebagai upaya meningkatkan produksi pangan nasional melalui program upaya khusus padi, jagung, dan kedelai (Upsusu Pajala) yang di dukung setiap daerah di Tanah Air.

"Kami upayakan target produksi tahun ini bisa tercapai sehingga bisa menopang ketahanan pangan daerah, di samping komoditas padi," ujar Neslon.

Pada musim tanam Oktober 2018- Maret 2019 luas lahan kedelai mencapai 1.860 hektare, sedangkan musim tanam April-September 2019 hanya seluas 1.658 hektare, sehingga total  luas tanam sebesar 3.518 hektare.

"Target ini sudah di sesuaikan dengan ketersediaan lahan petani. Oleh karenanya pemerintah pendorong para tani agar dapat meningkatkan produksinya, " kata Nelson.

Menurut Nelson, komoditas kacang kedelai di Parigi Moutong menjadi tanaman nomor tiga, setelah padi dan jagung yang saat ini terus dikembangkan petani setempat.

Baca juga :Serangan hama tidak pengaruhi produksi padi Parigi
Baca juga :Produksi kelapa di Parigi Moutong 212,176 Juta butir/tahun

Di kabupaten itu belum ada benih kedelai bersertifikat Standar Nasional Indonesia, sehingga petani terpaksa mendatangkan benih berkualitas tinggi dari Pulau Jawa untuk memenuhi target produksi.

Namun saat ini, kata dia, sudah ada tiga kelompok tani bersedia menjadi penangkar untuk menjawab kesulitan petani mendapatkan benih bersertifikat.

Pemerintah setempat bertekad agar Parigi Moutong menjadi kabupaten mandiri benih dan tidak bergantung pada daerah lain sehingga memasuki masa tanam, petani tidak terkendala dengan ketersediaan benih.

"Kualitas benih sangat berpengaruh terhadap hasil produksi, jika benih yang digunakan kualitas bawah maka hasilnya pun tidak akan maksimal begitupun sebaliknya, sehingga perlu kehadiran pemerintah untuk memfasilitasi para petani dalam menciptakan produk-produk unggul," ucap Nelson.

Dijelaskannya, dari luas tanam 3.518 hektare pemerintah menargetkan luas panen sekitar 3.350 hektare dengan produktivitas 31,02 kwintal per hektare.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar