Demonstran pro demokrasi Hong Kong naikkan patung "Lady Liberty"

id Hong Kong, demonstrasi Hong Kong,China

Demonstran pro demokrasi Hong Kong naikkan patung "Lady Liberty"

Pengunjuk rasa menggiring patung Lady Liberty Hong Kong saat demonstrasi "No White Terror No Chinazi" di Chater Garden, Hong Kong, China, Jumat (6/9/2019). (ANTARA/REUTERS/AMR ABDALLAH DALSH/tm))

Kami katakan kepada warga Hong Kong bahwa kita tidak boleh menyerah. Semua masalah ini akan dapat diselesaikan dengan keteguhan dan kerja keras semua masyarakat untuk mencapai tujuan kita
Hong Kong (ANTARA) - Demonstran pro demokrasi Hong Kong memanjat pegunungan batu bernama puncak Lion Rock di kota itu dan menaikkan patung besar yang mereka sebut "Lady Liberty" pada Minggu pagi sebagai salah satu rangkaian unjuk rasa anti pemerintah.

Patung setinggi tiga meter yang mengenakan masker gas, helm, dan kacamata pelindung itu dibawa ke puncak Lion Rock di ketinggian 500 meter oleh sejumlah demonstran pada Minggu tengah malam sebelumnya selagi keadaan hujan badai.

Pada patung tersebut juga dipasang spanduk hitam bertuliskan "Revolution of our time, Liberate Hong Kong" (Revolusi saat ini, Bebaskan Hong Kong) yang bisa terlihat dari kota di bawahnya.

Patung "Lady Liberty" menggambarkan serta merepresentasikan seorang demonstran perempuan yang terluka, yang diyakini oleh para demonstran akibat tembakan proyektil peluru polisi pada bagian mata.


 
Pengunjuk rasa antipemerintah memegang sebuah poster di distrik perbelanjagaan Causeway Bay diHong Kong, China, Minggu (13/10/2019). (ANTARA/REUTERS/Ammar Awad/tm)


Seorang demonstran menyatakan harapannya bahwa patung itu akan menginspirasi orang-orang Hong Kong untuk terus berjuang.

"Kami katakan kepada warga Hong Kong bahwa kita tidak boleh menyerah. Semua masalah ini akan dapat diselesaikan dengan keteguhan dan kerja keras semua masyarakat untuk mencapai tujuan kita," kata dia kepada Reuters.

Hong Kong telah luluh lantah dalam empat bulan belakangan dengan aksi unjuk rasa besar-besaran yang terus berlangsung dan sering kali diwarnai kekerasan untuk melawan, yang menurut mereka sebagai, usaha pemerintah China memegang kendali di wilayah itu.

Aksi unjuk rasa masih akan terus dilancarkan. Demonstrasi lebih lanjut sudah dijadwalkan dilangsungkan pada Minggu ini di area pusat keuangan Hong Kong.

Sebelumnya, bom molotov dilemparkan ke dalam stasiun kereta cepat MTR Hong Kong pada Sabtu (12/10) malam, namun laporan pemerintah menunjukkan tidak ada korban terluka.

MTR, yang pada situasi normal biasanya mengangkut sekitar lima juta orang per hari, berhenti beroperasi sementara pada Minggu. Sementara itu, kereta cepat menuju bandara, Airport Express, tidak akan berhenti di stasiun antara stasiun sentral di Hong Kong dan bandara.

Sejumlah stasiun MTR dibakar, mesin tiket pun dirusak karena para pengunjuk rasa meyakini bahwa pengelola MTR menutup stasiun secara keseluruhan pada pekan lalu untuk menghambat pergerakan mereka atas instruksi dari pemerintah.


Baca juga: Kanselir Merkel kembali serukan solusi damai bagi kerusuhan di Hong Kong
Baca juga: Pemrotes Hong Kong berencana kacaukan bandara
Baca juga: Polisi Australia keluarkan peringatan pascabentrokan soal protes Hong Kong

Sumber: Reuters



 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar