Parigi Moutong gandeng IPB percepat pembangunan daerah

id Parimo

Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu (kedua kanan) dan Sektratis Institur IPB Bogor (kanan) menandatangani MoU dan MoA di Gedung IPB Bogor, Rabu (22/11) (Antarasulteng.com/Jeprin-Humas Parimo)

Samsurizal: Tahun 2018 kerja sama ini sudah harus jalan
Parigi (Antarasulteng.com) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggandeng Intitut Pertanian Bogor (IPB) untuk mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai langkah awal kerja sama itu, Bupati Parigi Moutong Samsurizal Rombolotutu dan Rektor IPB yang diwakili Sekretaris Institut DR. Ir Ibnu Qoyim menandatangani MoU (memorandum of understanding) dan MoA (memorandum of agreement) di ruang sidang LPPM lantai 5 Gedung IPB Bogor, Rabu. 

Siaran pers Humas Pemkab Parimo yang diterima Antara Palu, Kamis, menyebutkan bahwa kerja sama kedua belah pihak ini dilakukan meliputi berbagai bidang, di antaranya pengembangan subsektor tanaman pangan, pertanian, perikanan dan kelautan, peternakan, pendidikan, lingkungan hidup, pariwisata dan sumber daya manusia. 

Agar kerja sama itu berhasil dan implementatif, Bupati Samsurizal mengajak sejumlah Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Parigi Moutong ke IPB untuk berdiskusi langsung dengan para akademisi IPB yang telah berhasil membantu mengembangkan potensi yang dimilikinya di berbagai daerah di Indonesia. 

Sekretaris IPB DR Ir Ibnu Qoyim menyambut baik kerja sama itu dan berharap Pemda Parigi Moutong bisa segera memetakan sekaligus melakukan perencanaan program prioritas apa yang bisa segera dikerjasamakan. 

"Saya sudah surving di website soal Pemda Parigi Moutong, daerah ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. IPB siap membantu," ujarnya.

Bupati Samsurizal Tombolotutu meminta Kepala OPD yang berkaitan dengan kerja sama itu segera berkoodinasi dengan pihak IPB. Ia tak ingin kerja sama itu hanya sampai di acara penandatanganan MoU dan MoA saja dan tidak ditindaklanjuti. 

"Jangan sampai kita sudah jauh jauh ke sini tapi hasilnya nol. Makanya saya minta Kepala OPD yang berkepentingan segera menyusun program tindak lanjut, sehingga Tahun 2018 sudah bisa jalan," katanya.

Dalam sesi diskusi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parimo Ir Hadi Safwan berharap pihak IPB dapat membantu pengembangan keamanan makanan (food security) kuliner andalan Parigi Moutong, salah satunya adalah lalampa. 

Menurut dia, produk pangan Kabupaten Parigi Moutong cukup melimpah, namun selama ini ada kendalanya antara lain produk olahan makanan tersebut belum dikemas sesuai standar baku kesehatan. 

"Kalau ini bisa dikerjasamakan, saya kira produk olahan tersebut bisa lebih bagus, pemasarannya juga akan lebih menyebar yang pada gilirannya memajukan ekonomi daeah dan kesejahteraan rakyat," kata Hadi

Sementara Kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong Ir Irfan Maraila mengatakan setelah penandatanganan MoU dan MoA itu, pihaknya akan segera menyusun perencanaan dan program prioritas apa saja yang bisa segera diimplementasikan tahun 2018.

"Supaya lebih fokus, kita akan susun perencanaan sehingga harapannya tahun 2018 kerja sama ini sudah bisa dieksekusi," kata Irfan yang ditemui usai penandatanganan kerja sama itu.

Rombongan Pemda Parigi Moutong yang dipimpin Bupati Samsurizal Tombolotutu juga meninjau salah satu laboratorium lapang IPB yang berada di areal seluas 10 hektare. (Jeprin/Humas Parimo)

Dinas Pertanian Parigi Moutong mengadopsi teknologi pertanian aquaponic lewat transfer 
pengetahuan dari tim ahli Aquaponic Mabes TNI Angkatan Darat. (Foto: Humas Parimo)

Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar