Peserta Diklatpim IV Parimo 'benchmarking' ke Batam

id parimo,diklatpim,batam,benchmarking

Peserta Diklatpim IV Angkatan LXII Parigi Moutong siap berangkat ke Batam (Antaranews Sulteng/Jeprin-Humas Pemda Parimo)

Parigi (Antaranews Sulteng) - Sebanyak 30 peserta Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV Angkatan LXII Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akan mengikuti 'benchmarking' di Kota Batam, 17 – 21 April 2018 sebagai bagian dari program pembelajaran.

 

Rencananya, para peserta yang berasal dari sejumlah OPD di Kabupaten Parigi Moutong ini akan bertolak ke Batam, Selasa (17/4) subuh  menggunakan salah satu maskapai penerbangan Indonesia.

Sesuai jadwal, setiba di Batam, peserta akan diterima secara resmi oleh Pemerintah Kota Batam. Setelah itu dibawa berkunjung dan melihat langsung inovasi di tiga lokus utama yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, Kecamatan Lubuk Baja dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam.      

Salah seorang widyaiswara yang juga sebagai penanggungjawab 'benchmarking' ini, Isnaeny Ramadhan SE MM menjelaskan, pemilihan Kota Batam sebagai fokus kunjungan tidak terlepas dari pertimbangan Batam yang beralih dari kota industri menjadi pariwisata akibat ketergantungan pada minyak dunia yang sedang turun. 

Hal ini persis seperti Kabupaten Parigi Moutong yang tadinya berfokus pada pengembangan hasil hutan dan laut, saat ini sedang diupayakan menjadi daerah wisata.

"Tadinya hanya sebagai daerah transit, sekarang menuju daerah destinasi," jelasnya.

Lanjut Isnaeny, pemilihan Kota Batam juga karena di Batam terdapat inovasi yang perlu dipelajari di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. 

Tercatat ada sekitar 121 jenis perizinan khusus Pemkot Batam yang beroperasi di mall pelayanan. 

"Mall pelayanan publik ini merupakan inovasi unggulan Kota Batam dan menjadi pelopor di Indonesia," ujarnya.    

Isnaeny berharap melalui studi banding untuk membuat tolak ukur (benchmarking) ini para peserta mampu mempelajari, mengidentifikasi, mengadopsi dan mengadaptasi keunggulan instansi yang memiliki praktik terbaik (best practice) pada pengelolaan program. 

"Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengadopsi dan mengadaptasi keunggulan organisasi yang memiliki 'best practice' dalam proses organisasinya mulai dari identifikasi 'best practice' proses organisasi, menyusun 'lesson learn' dari 'best practice', mengadopsi 'best practice' dan mengadaptasikannya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Komptensi Aparatur Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Parigi Moutong Rizal Halim, SPd MSi menambahkan, dalam kegiatan benchmarking ini, para peserta akan dibagi tiga kelompok. 

Setiap kelompok akan mengunjungi fokus berbeda dengan didampingi widyaiswara dan panitia. (Jeprin/Humas Pemda Parimo)
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar