Obyek wisata pinggiran Palu diserbu wisatawan lokal

id taipa

Taipa Beach Palu (fb)

Palu, (Antaranews Sulteng) - Sejumlah obyek wisata di pinggiran Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah diserbu wisatawan lokal pada hari kedua hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

Obyek wisata yang dipadati para wisatawan lokal, Sabtu adalah Pantai Tumbelaka dan Pantai Taipa Beach sekitar delapan kilometer dari Kota Palu.

Di dua tempat wisata tersebut sejak pagi hari sudah dibanjiri para pengunjung yang kebanyakan adalah anak-anak.

Para pengunjung tampak begitu asyik menikmati panorama pantai yang airnya cukup jernih.

Anak-anak pun terlihat sangat senang menikmati suasa pantai yang saban hari libur ramai dikunjungi warga bukan saja dari Kota Palu, tetapi dari beberapa desa yang ada di wilayah admistrasi Kabupaten Sigi dan Donggala.

Kabupaten Sigi dan Donggala merupakan dua kabupaten di Sulteng yang berbatasan langsung dengan Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Yunan (45), seorang pengunjung mengatakan datang bersama keluarga (istri/anak-anak) untuk menikmati keindahan pantai setelah selama ramadhan dan lebaran terfokus pada kegiatan agama.

"Saya sengaja mengajak istri dan anak-anak ke pantai ini agar mereka bisa menikmati suasana lain setelah selama sebulan lebih melaksanakan puasa dan merayakan lebaran pada hari pertama," kata PNS pada saah satu instansi pemerintah di Kabupaten Sigi itu.

Hal senada juga disampaikan Jusman (54). Ia juga mengatakan sengaja di hari kedua lebaran datang bersama keluarga ke obyek wisata Pantai Tumbelaka untuk menikmati suasana pantai.

Apalagi, di tempat wisata seperti ini pasti banyak pengunjungnya dan itu akan menambah kegembiraan bagi setiap pengunjung yang ada di di lokasi.

Ia mengatakan Lebaran 2018 ini cukup aman dan suasananya lebih terasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hari raya Idul Fitri 1439 H di Kota Palu cukup ramai dan tidak ada gangguan Kamtibmas sehingga masyarakat bisa merayakan lebaran dengan aman dan tenang serta meriah.

 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar