Hanya 15 CPNS Poso lolos, Pemda akan lobi Menpan

id poso,sekkab,yan guluda,cpns

Sekda Poso Yan Edwar Guluda (Antaranews Sulteng/Feri/)

Poso (Antaranews Sulteng) - Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) telah laksanakan untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Poso.  Dari 1.723 peserta, hanya 15 yang berhasil mencapai nilai kelulusan (passing grade) yakni 298. Dengan jumlah 15 CPNS itu, tidak akan memenuhi kebutuhan Pemda Poso yang sesuai permintaan kuota sebanyak 193 PNS.

Sekertaris Daerah Kabupaten Poso Yan Guluda yang dihubungi mengatakan Pemda Poso akan berusaha untuk melobi Menpan agar bisa diberikan kebijakan terhadap CPNS Poso yang tidak mencapai 'passing grade' agar dapat dinyatakan lolos untuk mengikuti seleksi selanjutnya. 

Kata Yan, untuk memenuhi kebutuhan, masih 178 orang yang akan dicari.

Menurut dia, kejadian ini bukan saja terjadi di Kabupaten Poso namun hampir semua di kabupaten di Tanah Air. Namun jika Menpan tetap bertahan pada aturan 'passing grade' minimum 298 itu, CPNS yang tidak lolos harus ikut tahun depan lagi.

"Kami akan tetap berupaya untuk berkoordinasi dengan Menpan, agar dapat diberikan kebijakan lain untuk membantu memenuhi kebutuhan 193 CPNS Poso," ujarnya.

Tes Seleksi Kompetensi Dasar yang dilakukan di Kabupaten Poso diikuti oleh peserta dari tiga kabupaten yakni Kabupaten Poso, Morowali Utara dan Tojo Unauna. Testing dilaksanakan pada dua tempat, yakni Batalyon 714 Sintuwu Maroso untuk peserta CPNS Tojo Unauna dan intansi vertikal atau kementrian, dan gedung Badan Diklat BKPSDM untuk CPNS Poso dan Morowali Utara. 

"Morowali melaksanakan tes di Kendari, Sultra," akunya. 

Tes CPNS itu untuk Kabupaten Poso dilaksanakan pada 5-6 November yang diikuti 1.723 orang, Kabupaten Morowali Utara 6.041 peserta yang jadwalnya di mulai pada 6-12/11, Kabupaten Tojo Unauna sebanyak 2.200 peserta pada 7-10/11 dan Kementerian Hukum dan HAM sebanyak 592 peserta. 

Dengan total jumlah peserta CPNS yang berlangsung di Kabupaten Poso sebanyak 10.556 orang. 

Tes CPNS  yang masih berlangsung dijaga ketat oleh pihak gabungan keamanan. 


 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar