Pemkot mulai verifikasi 15 ribu calon penerima dana stimulan

id Dana stimulan, rumah rusak, bpbd, pascabencana, palu

Pemkot mulai verifikasi 15 ribu calon penerima dana stimulan

Dok- Sejumlah warga membangun kembali rumah mereka yang sebelumnya rusak berat dengan menggunakan dana stimulan perbaikan rumah rusak bantuan pemerintah di Desa Lolu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (17/10/2019). Setahun usai bencana gempa, warga mulai memperbaiki dan membangun kembali rumah mereka dengan menggunakan dana stimulan bantuan pemerintah sebesar Rp 50 juta untuk kategori rusak berat kemudian Rp 25 juta untuk kategori rusak sedang dan Rp 10 juta untuk rusak ringan. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/pd.

Saat pendataan dilakukan pemilik rumah tidak berada di tempat karena sedang mengungsi keluar daerah sehingga petugas lapangan menanggalkan sementara waktu. Tetapi mereka sudah kembali ke rumah masing-masing dan sudah menyerahkan datanya
Palu (ANTARA) -
Sebanyak 15.965 data calon penerima dana stimulan rumah rusak di Kota Palu, Sulawesi Tengah pascabencana gempa, tsunami dan likuefaksi mulai diverifikasi dan divalidasi.

Jumlah tersebut merupakan sisa dari data sebelumnya yang diserahkan ke BNPB pusat beberapa waktu lalu. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palu Singgih B Prasetyo, di Palu, Senin, mengatakan data yang belum sempat diserahkan kepada pemerintah pusat merupakan sisa dari penerima dana stimulan rumah rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan tahap dua yang saat ini sedang bergulir. 

"Baca juga: Wali Kota Palu Hidayat serahkan data penerima stimulan kepada BNPB

"Saat pendataan dilakukan pemilik rumah tidak berada di tempat karena sedang mengungsi keluar daerah sehingga petugas lapangan menanggalkan sementara waktu. Tetapi mereka sudah kembali ke rumah masing-masing dan sudah menyerahkan datanya," kata Singgih yang juga mantan Asisten Bidang Administrasi Umum dan Perekonomian Pemkot Palu.

Atas keterlambatan itu kata dia, sehingga belasan ribu data rumah rusak tersebut sedang dirampungkan untuk diserahkan kembali ke BNPB pusat sehingga tidak ada lagi warga korban bencana yang tidak terakomodasi sebagai penerima dana stimulan untuk rehabilitasi rumah rusak berat, sedang dan ringan. 

Dia memaparkan, dari 15.965 data rumah rusak yang tersisa, sebanyak 1.910 unit diantaranya rusak berat, kemudian 4.512 unit rusak sedang, dan 9.503 unit rusak ringan.

Jumlah itu dituangkan dalam surat Wali Kota Palu Nomor 360/2630/Bappeda/2019 tertanggal 2 Desember 2019 perihal penerima dana stimulan rumah rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. 

"Data yang tersisa semuanya sudah terkumpul. Kami belum mengetahui apakah nanti sisanya masuk penerima tahap dua atau seperti apa, kami masih menunggu petunjuk selanjutnya, " kata Singgih. 

Baca juga: Pemkot Palu: Nama penerima dana stimulan sesuai NIK

Dijelaskannya, data penerima dana stimulan rumah rusak berat, sedang dan ringan tahap dua sudah diterima BNPB melalui Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik Taufik Kartiko yang diserahkan langsung Wali Kota Palu Hidayat didampingi sejumlah pejabat Pemkot Palu, di Jakarta (2/12).

Pascamasa transisi ke masa pemulihan pada April 2019 jumlah kerusakan rumah sebanyak 55.102 unit yang ditetapkan melalui keputusan wali kota Nomor 050/237/Bappeda/2019 tentang data kondisi bangunan akibat gempa bumi tsunami dan likuefaksi di Kota Palu terdiri dari 11.603 unit rusak berat,  15.917 unit rusak sedang dan 21.078 unit rusak ringan. 

"Saat ini baru memasuki tahap perekrutan tenaga pendamping rehabilitasi rumah rusak," kara Singgih.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar