Pemkab Parigi Moutong akan semprot fasilitas publik dengan desinfektan

id Dinkes parimo, cegah corona, parigi moutong

Pemkab Parigi Moutong  akan semprot fasilitas publik dengan desinfektan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, dr Revi Tilaar. (ANTARA/Moh Ridwan)

Parigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, akan menyemprotkan cairan desinfektan di sejumlah fasilitas publik di daerah itu untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

Sebelumnya terdapat empat orang dalam pemantauan (ODP) corona di daerah itu.

Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, dr Revi Tilaar, di Parigi, Kamis, mengatakan penyemprotan desinfektan oleh Dinas Kesehatan dilakukan di tempat-tempat umum, perkantoran milik pemerintah setempat maupun swasta, termasuk rumah ibadah serta pelayanan publik lainnya.

"Ini salah satu langkah antisipasi kami lakukan sebagai bentuk pencegahan dini," ungkap Revi.

Dia mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi situasi saat ini, sebab dengan kepanikan justru dapat membahayakan diri sendiri.

Di samping itu, untuk sementara waktu hindari kontak langsung atau menjaga jarak saat berkomunikasi, tidak melakukan aktivitas berlebihan, serta menjaga kesehatan tubuh atau membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Demi kebaikan bersama, patuhi anjuran pemerintah. Selalu cuci tangan pakai sabun di air mengalir dan menahan diri di rumah bila tidak ada kesibukan mendesak," ujarnya.

Revi menjelaskan, pihaknya juga telah membentuk tim satuan tugas (Satgas) pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19 melibatkan seluruh unit pelayanan kesehatan milik pemerintah hingga tingkat bawah.

Dia meminta, tim yang sudah dibentuk agar bekerja maksimal dan selalu membangun komunikasi dan koordinasi untuk penanganan berkelanjutan sehingga upaya pencegahan terlaksana baik.

Bentuk pencegahan lain, kata dia, sejalan dengan instruksi Bupati Parigi Moutong telah meliburkan sementara aktivitas belajar mengajar di sekolah dan diganti dengan kegiatan belajar di rumah.

Selain itu, jam kerja bagi ASN untuk sementara dikurangi, begitu pun pertemuan dibatasi dan pegawai berusia di atas 50 tahun dibolehkan tidak masuk kantor.

"Kami ingin tim yang sudah dibentuk agar memantau setiap aktivitas masyarakat, khususnya warga yang bepergian ke luar daerah agar segera ditelusuri riwayat perjalanannya," kata Revi.

Menurutnya, penyemprotan desinfektan dilakukan secara bertahap dan diharapkan dapat berkelanjutan dibarengi dengan langkah membersihkan lingkungan masing-masing agar virus tidak menyebar.

"Tidak ada pilihan lain selain menjaga kebersihan. Masyarakat tetap tenang dan tetap waspada," himbau Revi.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar