Sulsel anggarkan Rp18 miliar kembalikan kejayaan sutera

id Antara Sulsel,sutera

Sulsel anggarkan Rp18 miliar kembalikan  kejayaan sutera

Kepala Dinas Perindustrian Sulsel Ahmadi Akil menjelaskan potensi sutera Sulsel di Makassar, Jumat,(17/1).ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel

Mengembalikan kejayaan sutera di Sulsel merupakan salah satu program prioritas Gubernur Prof Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan anggaran Rp18 miliar untuk mengembangkan sentra produksi sekaligus mengembalikan kejayaan sutera di daerah tersebut.

Anggaran ini akan digunakan pada seluruh proses pembuatan sutera, mulai dari budi daya ulat sutera, pembuatan kokon, pemintalan benang, desain, pengendalian mutu, pengembangan tenaga ahli, hingga proses pemasaran.

"Mengembalikan kejayaan sutera di Sulsel merupakan salah satu program prioritas Gubernur Prof Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman," kata Kepala Dinas Perindustrian Sulsel Ahmadi Akil di Makassar, Jumat.

Ia menjelaskan, khusus untuk produksi sutera, rencana anggaran ada di Dinas Perindustrian, yang dialokasikan Rp11,6 miliar. Sedangkan sisanya dialokasikan Dinas Kehutanan Sulsel.

Baca juga: Penyerahan lahan Al Markaz masih dikaji Pansus DPRD Sulawesi Selatan

Ahmadi menyebutkan, anggaran sebesar Rp11,6 miliar di Dinas Perindustrian akan digunakan untuk membangun rumah produksi di Kabupaten Wajo dan Soppeng yang dilengkapi mesin pemintal, pengembangan SDM, hingga pembangunan rumah kokon.

Selain melakukan penguatan hilir, Pemprov Sulsel juga fokus pada hulu industri sutera melalui Dinas Kehutanan. Mulai dari penanaman murbei, rumah ulat, hingga pengadaan traktor dan sumur bor untuk menjamin ketersediaan kokon.

Ahmadi menyebutkan, Kabupaten Wajo dan Soppeng menjadi dua daerah yang akan menjadi fokus sentra pengembangan sutera di Sulsel.

Untuk itu, Ahmadi meyakini, upaya mengembalikan kejayaan sutera di Sulsel dengan fokus pada pengembangan mulai dari hulu ke hilir dapat berhasil.
 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar