Balita Korban Bencana Tolitotoli Dilarikan Ke RS

id ombak, banjir, tolitoli

Balita Korban Bencana Tolitotoli Dilarikan Ke RS

PENGUNGSI - Pengungsi korban terjangan ombak di Kabupaten Tolitoli pada Sabtu malam (1/2). Mereka mengungsi di terminal pelabuhan feri dengan alas tidur seadanya dan hanya menggunakan penerangan lampu petromaks. Rumah mereka diterjang ombak pada Jumat (31/1) petang.(foto : Mahdi Rumi)

Mahdi Rumi : "Tadi saya langsung telepon kepala rumah sakit Mokopido untuk memberitahukan bahwa ada balita korban bencana yang perlu perawatan intensif,"
Palu (antarasulteng.com) - Seorang balita dan seorang anak dari keluarga korban bencana alam berupa terjangan ombak besar di Tolitoli, Sulawesi Tengah, dilarikan ke rumah sakit, Sabtu siang, karena menderita diare.

"Tadi saya langsung telepon kepala rumah sakit Mokopido untuk memberitahukan bahwa ada balita korban bencana yang perlu perawatan intensif," kata tokoh masyarakat Tolitoli Mahdi Rumi yang dihubungi dari Palu, Sabtu.

Dia mengatakan sesat setelah dilaporkan kejadian tersebut, pihak rumah sakit Mokopido langsung menjemput para korban.

Korban tersebut adalah Alif berusia satu tahun dan April sembilan tahun. Dua anak korban ombak besar pada Jumat malam itu menderita diare di lokasi pengungsian.

Bencana alam berupa ombak besar menghantam sejumlah rumah penduduk di pesisir pantai Kelurahan Baru, Baolan, Jumat sore, sehingga penghuninya mengungsi di rumah penduduk terdekat yang aman.

Mahdi mengatakan peristiwa tersebut mengakibatkan tiga unit rumah penduduk miskin roboh. Sementara puluhan rumah lainnya juga terancam.

"Sekitar 20 unit rumah lain di kompleks Tanjung Batu, juga sudah dikosongkan karena mereka khawatir air pasang disertai ombak juga menyapu rumah mereka," katanya.

Kondisi tersebut mengakibatkan puluhan kepala rumah tangga mengungsi, lima di antaranya anak-anak dan balita.

Menurut Mahdi Rumi, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana sudah membagikan kebutuhan untuk tanggap darurat seperti makanan, tenda, makanan bayi dan pakaian sekolah.

"Tiga rumah yang disapu ombak itu tidak ada pakaian yang sempat diselamatkan," katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Tolitoli Moh Radhi melalui pesan singkatnya mengatakan tim penanggulangan bencana sudah membangun tenda untuk korban bencana tersebut.

Sebelumnya, Radhi juga mengakui tiga rumah penduduk yang dihantam ombak namun rumah panggung tersebut dibangun di dataran rawan bencana. ***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar