Tahun ini, Parigi Moutong targetkan produksi padi ladang 909 ton

id Padi ladang, taret produksi, parigi moutong

Tahun ini, Parigi Moutong targetkan produksi padi ladang 909 ton

Petani Parigi, Kabupaten Parigi menggarap sawah menggunakan traktor tangan sebelum di tanami benih padi, Rabu (11/3/2020). Saat ini petani di kabupaten itu mulai memasuki musim tanam. Sektor tanaman pangan Parigi Moutong khususnya komoditas padi, setiap tahun mengalami surplus, tahun 2020 petani mampu surplus beras hingga 120 ton. (ANTARA/Moh Ridwan)

Parigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menargetkan produksi padi ladang milik petani di kabupaten itu hanya 909 ton selama 2020.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong, Nelson Metubun, di Parigi, Senin mengatakan budi daya padi non-sawah sedikit lebih sulit dibandingkan padi sawah karena untuk sekali produksi harus menunggu waktu enam bulan, tetapi dari segi biaya produksi lebih kecil dari padi sawah.

"Padi ladang hanya mengharapkan hujan dan prosesnya membutuhkan waktu lama, sedangkan budi daya padi sawah hanya dengan waktu tiga bulan, petani bisa panen," ujar Nelson.

Jika di banding target produksi dua tahun terakhir, justru target tahun ini mengalami penurunan yang cukup drastis dari 3.295 ton menjadi 909 ton.

"Padi ladang sebagai pendukung produksi komoditas padi, justru target padi sawah Parigi Moutong meningkat," kata Nelson menambahkan.

Menurut dia, padi non-sawah perlu dipertahankan keberlangsungannya, sebab metode penanaman yang hanya mengandalkan alam sudah ada sejak zaman dulu dan saat ini sistem bercocok tanam seperti itu masih tetap berlangsung, meski pun siklusnya tidak seperti padi sawah.

Di samping itu, proses pengolahan masih sangat tradisional yang tidak menggunakan pupuk modern maupun bahan kimia lainnya.

Padi ladang dikembangkan masyarakat khususnya daerah-daerah pegunungan yang tidak memiliki sumber air memadai, selain itu mereka mengolah sektor perkebunan cengkeh dan tanaman produktif lainnya.

"Pengolahan betul-betul sangat alami, tidak ada menggunakan penyemprotan pestisida, sehingga bisa dipastikan beras yang dihasilkan berkualitas," ungkapnya.

Petani padi ladang, paparnya, tidak dibebankan berproduksi banyak karena proses budi daya cukup rumit sebab petani hanya bergantung pada kondisi alam, pemerintah hanya menarget luas tanam sekitar 300 hektare dengan estimasi luas panen sekitar 290 hektare dan produktivitas 31,40 kwintal per hektare.

Dikemukakannya, petani Parigi Moutong setiap tahun mengalami surplus beras hingga 125 ribu ton di tahun 2019 karena didukung produksi yang melampaui target.

"Parigi Moutong masih menjadi daerah penyangga ketahanan pangan Sulawesi Tengah," demikian Nelson.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar