Pasar dan sekolah di Salua diterjang banjir

id banjir

Desa Salua di Sigi diterjang banjir bandang Selasa (11/12) 2018

Sigi, (Antaranews Sulteng) - Sebuah pasar dan sekolah dasar di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah rusak berat diterjang banjir bandang, Selasa (11/12) malam, saat warga bersiap-siap istirahat setelah seharian bergelut pekerjaan bercocok tanam berbagai komoditas pertanian dan perkebunan.

Pasar tradisional dan satu unit SD di Desa Salua, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi , kata Gayus Sampe, kepala Bagian Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Rabu mengalami kerusakan berat akibat diterjang banjir lumpur disertai potongan-potongan kayu dan material batu-batuan.

Kemudian sekitar 40 unit rumah warga di Dusun III Desa Salua terendam lumpur sehingga demi keamanan dan kenyaman serta keselamatan jiwa mereka semuanya sudah direlokasi ke tempat yang lebih aman di sekitar desa itu.

"Tim relawan BPBD Sigi dan juga BPBD Parigi Moutong?beberapa saat setelah bencana itu terjadi langsung menuju lokasi membantu mengevakuasi warga ke tempat yang aman," kata dia.

BPBD kemudian membuka dapur umum untuk kebutuhan masyarakat dan juga para relawan yang ada di lokasi.

Pemkab Sigi, katanya, juga mengerahkan beberapa unit alat berat ke lokasi untuk membersihkan badan jalan yang tertimbun lumpur dan material limbah kayu serta batu-batuan agar akses jalannya bisa dilewati kendaraan.

Data sementara jumlah kepala keluarga (KK) yang direlokasi karena rumah mereka diterjang banjir bandang sekitar 40 KK.

Selain menerjunkan tim reaksi cepat dari BPBD Sigi, Pemkab Sigi juga menyalurkan bantuan bahan makanan bagi korban bencana banjir yang terjadi menjelang akhir tahun ini.

Gayus mengatakan tidak ada korban jiwa maupun cedera akibat bencana banjir bandang tersebut.

Di Kabupaten Sigi, kata dia, hampir semua wilayah rawan bencana banjir dan tanah longsor sehingga perlu mendapat perhatian dari masyarakat dan pemerintah.

Desa Salua selama ini menjadi langganan tetap banjir dan longsor saat hujan deras mengguyur wilayah Kulawi.
Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar