BI dorong UMKM Sulut berorientasi ekspor

id BI Dorong UMKM Sulut Berorientasi Ekspor

BI dorong UMKM Sulut  berorientasi ekspor

arbonas Hutabarat (1)

Kami telah melakukan uji coba untuk mengedukasi sejumlah UMKM binaan Bank Indonesia agar dapat melakukan transaksi jual beli melalui platform e-commerce secara berkelanjutan, sampai bisa ekspor
Manado (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) menghasilkan produk yang berorientasi ekspor.

"Potensi produk unggulan di Sulut sangat besar, dan jika dikemas lebih baik lagi, dipastikan akan masuk pasar ekspor," kata Kepala BI Perwakilan Sulut Arbonas Hutabarat di Manado, Rabu.

Dia mengatakan BI akan ikut mendorong  sejumlah UMKM Sulut yang bisa masuk pasar ekspor di tahun 2020 ini.

"Saat ini Sulut memiliki puluhan ribu UMKM, dan BI akan mendorong mereka supaya naik kelas, dan siap melakukan kegiatan ekspor," katanya.

Baca juga: Menteri Pertanian lepas ekspor buah Manggis Bali ke China

Arbonas mengatakan untuk langkah awal, BI mendorong pelaku UMKM di provinsi Sulut memasarkan produk secara daring (online).

Bank Indonesia, katanya, berupaya meningkatkan porsi ekonomi dan keuangan digital terhadap produk domestik bruto. Salah satu inisiatif yang dilakukan Bank Indonesia adalah memperluas program on-boarding UMKM dengan platform e-commerce.

“Kami telah melakukan uji coba untuk mengedukasi sejumlah UMKM binaan Bank Indonesia agar dapat melakukan transaksi jual beli melalui platform e-commerce secara berkelanjutan, sampai bisa ekspor,” ujar Arbonas.

Ke depan kata dia, diharapkan UMKM baik dari sektor formal maupun informal, hingga pedagang kaki lima, dapat menjual produknya melalui platform e-commerce dan melakukan transaksi secara non tunai.

"Tentu saja menjadi harapan kita bersama akan lahirnya UMKM-UMKM Indonesia yang mampu mengekspor produknya hingga ke mancanegara, khususnya melalui platform e-commerce," jelasnya.

Baca juga: November 2019, ekspor industri pengolahan mencapai 10,58 miliar dolar AS

Selain itu, meningkatkan keterbukaan pelaku UMKM untuk memanfaatkan ekosistem ekonomi digital e-commerce serta mendorong pelaku UMKM terlibat dalam ekosistem tersebut.

Kemudian mengidentifikasi dan memetakan serta mengembangkan UMKM yang berdaya saing dalam pemanfaatan platform digital serta memperluas pasar UMKM.

"Serta melakukan pemantauan perkembangan program Onboarding UMKM serta perkembangan transaksi UMKM," katanya.
 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar