JARI: Bangun tanggul Teluk Palu tanggul, tapi jangan lupa tanam bakau

id JARI,JARI Sulteng,Teluk Palu,tanam bakau,tanam mangrove,mangrove palu

Sejumlah peserta aksi menanam pohon mangrove dalam rangka memperingati Hari Bumi di pesisir Teluk Palu di Kelurahan Mpanau Kota Palu (22/4). (Antaranews Sulteng/Muh. Arsyandi)

Palu (ANTARA) - Ketua Jaringan Arsitek Indonesia (JARI) Sulawesi Tengah, Rusdianto Iskandar mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan rencana pembangunan tanggul penahan ombak dan tsunami sepanjang tujuh kilometer di Teluk Palu oleh Kementeria Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tapi jangan lupa menanam mangrove atau bakau.



"Yang penting jangan juga dilupakan mangrove sebagai tanggul alam penahan ombak paling efektif," katanya di sela-sela kegiatan menanam 2.000 bibit pohon mangrove dengan puluhan aktivis dan pecinta lingkungan dalam rangka memperingati Hari Bumi di pesisir pantai Teluk di Kelurahan Mpanau Kecamatan Tawaeli, Senin (22/4).



Dia mencontohkan bagaimana pohon mangrove dapat menyelamatkan rumah warga di Desa Kabonga Kabupaten Donggala saat tsunami 28 September 2018 menggulung Kota Palu dan Kabupaten Donggala.



"Lihat rumah-rumah yang dibelakang pohon mangrove di Desa Kabonga saat tsunami, selamat semua. Sementara rumah-rumah di sekitarnya yang tidak ada pohon mangrove-nya habis," ucapnya.



Rusdianto yang juga warga dan korban tsunami di Kelurahan Lere itu mengaku jika warga di sana juga tidak mempernasalahkan pembanguan tanggul yang direncanakan setinggi tiga meter itu.



Sebab di sana lanjutnya, saat pasang, air laut dapat mencapai 500 meter dari bibir pantai dan merendam rumah warga di sana.



"Cuma kalau bisa warga meminta jangan sampai tiga meter tingginya. Terlalu tinggi dan ditanami pohon magrove," ucapnya.



Dia mengakui jika ditanami mangrove keindahan Teluk Palu dari daratan akan hilang.



"Kecuali dibuat menjadi tempat wisata mangrove seperti di Desa Kabonga saya yakin akan sangat cantik sekali,"ujarnya.



Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengatakan rencana pembangunan tanggul laut penahan ombak di sepanjang pesisir Teluk Palu belum final.



“Pembangunan tanggul laut masih kita kaji kembali. Ini belum final,” katanya dalam rapat koordinasi penangana pasca bencana di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala dengan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan sejumlah pihak di ruang kerja gubernur , Jumat (19/4).



Adalah Japan International Cooperative Agency (JICA) yang mengusulkan pembangunan tanggul laut tersebut.



Tujuannya agar mampu menahan terjangan gelombang tsunami sehingga dapat menekan jumlah korban jiwa terutama yang bermukim di sekitar Teluk Palu.



Usulan pembangunan tanggul laut itu berdasarkan pengalaman pemerintah Jepang saat wilayah tersebut dihantam gempa dldan tsunami tsunami 2011 lalu yang menelan banyak korban jiwa. Namun dalam pertemuan itu Doni menilai infrastruktur buatan seperti itu belum efektif menekan jumlah korban jiwa saat itu.

Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar