Buka-tutup jalan Kebun Kopi diberlakukan lagi mulai 26 Juni

id BPJN,Kebun Kopi,buka-tutup

PPK 9 PJN IV ruas Tawaeli Toboli Julian Situmorang (kiri) dan pengawas lapangan Darmansyah saat mengawasi pekerjaan kontraktor di proyek strategis nasional tersebut, akhir Mei 2018. (Antaranews Sulteng/Rolex Malaha)

Ruas alternatif Tambu-Kasimbar kini sangat memadai untuk dimanfaatkan saat ruas kebun kopi ditutup
Palu (Antaranews Sulteng) - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu, mulai Selasa, 26 Juni 2018,  akan memberlakukan kembali jadwal buka-tutup jalan di ruas Tawaeli-Toboli untuk mendukung memperlancar proses pelaksanaan proyek strategis nasional yang sedang dikerjakan di ruas jalan nasional tersebut, setelah dibuka total sejak 5 Juni untuk kelancaran arus mubik lebaran.

"Sudah ada izinnya dari pihak berwenang seperti kepolisian dan perhubungan," kata Julian Situmorang, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 9, Satuan Kerja (Satker) II PJN XIV Palu saat dihubungi di Palu, Minggu.

Penutupan jalan akan berlangsung selama empat jam setiap shif yakni pukul 08.00-12.00 Wita, kemudian dibuka pukul 12.00-14.00, lalu tutup lagi pukul 14.00-18.00 Wita dan buka 18.00-20.00, kemudian lagi 20.00-24.00 lalu buka kembali 24.00-08.00.

Ia berharap para pengguna jalan bisa memaklumi hal ini dan menyesuaikan perjalanan mereka dengan jadwal buka tutup tersebut.

Menurut Julian, selama ini, jadwal penutupan jalan hanya tiga jam setip shift, namun waktu tutup selama tiga jam itu membuat pelaksana proyek kurang efektif melaksanakan pekerjaannya karena hanya memiliki waktu efektif selama dua jam untuk bekerja dan satu jam lainnya hanya untuk mengerahkan dan menurunkan alat dari lokasi bekerja.

"Pekerjaan fisik proyek di ruas Kebun Kopi saat ini adalah penanganan lereng, bayangkan saja berapa banyak waktu yang diperlukan untuk menanikkan dan menurunkan excavator ke atas tebing dengan ketinggian 50 sampai 80 meter," ujarnya.

Karena itu pihaknya mengajukan permohonan untuk menambah waktu tutup jalan dari tiga jam menjadi empat jam, dan permohonan itu bisa disetujui oleh pihak berkompeten di bidang lalulintas dan angkutan jalan raya.

Baca juga: Menyarungi lereng demi selamatkan jalan nasional Tawaeli-Toboli

Saat ini, ada dua paket proyek peningkatan jalan ruas Tawaeli-Toboli yang sedang berjalan yakni pertama rekonstruksi dan penanganan lereng Nupabomba-Kebun Kopi-Toboli sepanjang enam kilometer yang menghabiskan dana APBN tahun jamak (2017-2018) sebesar Rp123,2 miliar dan dikerjakan kontraktor PT. Wasco SP-KSO.

Paket kedua adalah rekonstruksi dan penanganan lereng Tawaeli-Nupabomba-Kebun Kopi-Toboli (4 km) menggunakan dana APBN tahun jamak (2017-2018) sebesar Rp74,7 miliar dikerjakan PT. Tunggal Mandiri Jaya (TMJ). Kedua proyek ini harus selesai pada September 2018.

Khusus untuk pengguna jalan dari dan ke arah utara Kota Palu, bisa memanfaatkan jalur alternatif jalan provinsi ruas Tambu-Kasimbar (30 km) yang kondisinya saat ini cukup memadai untuk dilewati setelah BPJN XIV membersihkan bahu jalan, memperbaiki jembatan yang rusak, menagani longsoran serta mengaspal badan jalan yang aspalnya telah terkelupas.

"Daripada menunggu tiga smapai empat jam di Kebun Kopi karena jalanan di tutup, lebih baik saya lewat Kasimbar-Tambu, toh jaraknya sama saja," ujar Suratman, seorang warga Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong bagian utara, yang sedang berkunjung ke Kota Palu.
 
. Situasi arus lalulintas ruas Tawaeli-Toboli di sela kesibukan alat-alat berat mengerjakan proyek rekonstruksi bernilai Rp200 miliar di ruas yang lebih dikenal dengan Kebun Kopi itu. (Antaranews Sulteng/Rolex Malaha)
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar